
Berbicara tentang guru memang tidak pernah habisnya. Banyak sisi yang bisa kita bahas yang berhubungan dengan tupoksi seorang guru. Dalam pelaksanaan tugasnya seorang guru wajib merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi pembelajaran. Selanjutnya seorang guru juga dituntut untuk melakukan tindak lanjut dari tugas yang telah dilaksanakannya tersebut. Salah satu bentuk tindak lanjut yang dilakukan guru adalah menyusun program, melaksanakan remedial dan pengayaan.
Dalam setiap pembelajaran tentunya terdapat hasil penilaian pembelajaran baik keterampilan maupun pengetahuan. Jika nilai seorang anak kurang dari kriteria ketuntasan minimal pada suatu kompetensi dasar maka harus ada remidial sedangkan bagi siswa yang sudah tuntas maka diberikan pengayaan.
Program ini memang sudah ada sejak dulu (remidiasi dan pengayaan) namun saat ini pemberlakuan kurikulum merdeka membuat program remidiasi dan pengayaan jauh lebih baik. Seperti apa Program Remedial dan Pengayaan Kurikulum Merdeka itu?
Mengenal Program Remidiasi
Sebelum membahas tentang Program Remedial dan Pengayaan Kurikulum Merdeka, kita akan mengenal tentang program remdiasinya terlebih dahulu. Program remidial adalah program yang dilakukan sebagai tindak lanjut pada siswa yang belum mencapai kriteria ketuntasan minimal pada kompetensi dasar. Tujuan dari program remidiasi adalah memfasilitasi siswa agar mencapai hasil belajar yang lebih optimal.
Lalu seperti apa metode program remidiasi yang dilakukan? Metodenya bervariasi sesuai dengan masalah belajar yang dialami oleh siswa. Bisa belajar tutor sebaya, menggabungkan materi, belajar kelompok, belajar mandiri atau lainnya. Setelah siswa mengikuti program remidial, maka guru memberikan penilaian ulang untuk memenuhi kompetensi pencapaian materi tersebut.
Ada beberapa hal yang harus dipahami dari program remidial ini, yaitu:
1. Pelaksanaan Program Remedial
Ada berbagai cara pelaksanaan program remidial yang bisa dipilih. Seperti yang sudah di singgung sebelumnya, pelaksanaan program remedial bisa berbagai macam tergantung pada kebutuhan dan permasalahan belajar yang dialami siswa. Beberapa program yang bisa dilakukan adalah:
Bimbingan Individu : dikenal juga dengan bimbingan privat dimana seorang guru secara khusus melakukan pembimbingan kepada siswanya terkait permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran. Cara ini mungkin efektif dalam memahamkan murid namun tidak efektif jika dilihat dari waktu tertentu.
Bimbingan Kelompok : bimbingan yang selanjutnya dikenal juga dengan sebutan tutor sebaya. Artinya dibentuk suatu kelompok yang terdiri dari 5-6 siswa kemudian siswa yang dianggap lebih menguasai materi bisa memberikan penjelasan pada siswa yang kurang menguasai materi.
Pembelajaran Ulang : pelaksanaan program remidial satu ini dilakukan jika lebih banyak siswa yang mengalami kesulitan pemahaman materi. Jadi guru kembali belajar dikelas dengan metode yang berbeda dan dianggap lebih mudah dipahami siswa.
Pemberian Tugas Pelatihan Khusus : terakhir adalah tugas pelatihan khusus dimana tugas ini hanya dikerjakan oleh anak yang belum tuntas dan tidak harus pembelajaran di kelas.
2. Langkah Program Remedial
Bagaimana langkah pelaksanaan program remidial pada kurikulum merdeka? Tentunya dibutuhkan perencanaan yang matang sebelum melakukannya. Langkah yang harus ditempuh adalah sebagai berikut ini :
Pertama, melakukan identifikasi siapa saja siswa yang nilainya masih dibawah KKM dan apa masalah mereka.
Selanjutnya, kembangkan rencana berdasarkan masalah. Rencana yang dimaksud adalah pelaksanaan program remidial.
Kemudian jalankan program remidial dengan optimal.
Lalu laksanakan penilaian uang dan dapatkan nilai pada akhirnya.
3. Teknik Penentuan Nilai Remedial Akhir
Jika Anda sebagai guru masih bingung bagaimana cara menentukan nilai remidial akhir. Maka ada beberapa teknik yang bisa dimanfaatkan, yaitu:
Dengan Nilai Batas KKM : Yaitu dengan mengambil nilai batas KKM yang sudah ditentukan walaupun siswa mendapatkan nilai yang tinggi dalam remdialnya. Contohnya siswa yang melakukan remdiasi dan mendapatkan nilai 80 atau 90 namun akan tetap mendapatkan nilai akhir sesuai KKM misalnya 70. Cara ini dinilai tidak adil bagi sebagian besar siswa.
Menggunakan Rata-Rata Nilai Awal dengan Nilai Tes Remidial : Cara yang kedua adalah menjumlahkan antara nilai awal ketika tes dan nilai remidial kemudian di bagi 2. Langkah ini juga memiliki kelemahan karena siswa akan merasa dirugikan ketika hasil tesnya rendah padahal hasil remidialnya tinggi.
Menggunakan Nilai Prestasi Akhir Setelah Remidial : terakhir adalah menggunakan nilai setelah remidial, Sayangnya cara ini bisa menimbulkan mikrofon bagi siswa yang tidak remidi jika mencetak lebih rendah dari pada siswa yang sudah melakukan remidiasi.
Mengenal Program Pengayaan
Dalam pembahasan Program Remedial dan Pengayaan Kurikulum Merdeka yang selanjutnya kita akan membahas tentang program pengayaan. Program ini adalah program yang dilaksanakan terhadap siswa yang sudah memahami materi pembelajaran dengan baik (diatas KKM). Tujuannya adalah untuk memaksimalkan potensi siswa yang sudah baik.
Baik siswa yang belum tuntas suatu materi maupun yang sudah tuntas mendapatkan hak pengotimalan kegiatan pembelajaran. Ada beberapa hal yang harus dipahami dari program pengayaan kurikulum merdeka ini, diantaranya adalah:
Pengidentifikasian masalah, menanyakan pada siswa dimana kesulitan yang dihadapi ketika melakukan penilaian.
Kemudian merencanakan jadwal pelaksanaannya apakah di dalam jam pelajaran atau di luar jam pembelajaran.
Lalu, tindak lanjutnya adalah melaksanakan pengayaan sesuai rencana.
Terakhir melakukan jadwal penilaian.
Itulah pembahasan tentang program remedial dan pengayaan kurikulum merdeka.Â
Disusun oleh : Hj Elya Pitri,D.Pd.I.M.Pd.I
|
37221x
Dibaca |
Untuk Wilayah Kab. Tebo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...