
Tebo MAN 2 Tebo pada Pelaksanaan Bimbingan Teknis Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) memasuki materi keempat yang bertema Cinta Tanah Air. Pada sesi ini, para Kepala Madrasah menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti rangkaian kegiatan yang dirancang untuk memperkuat nilai kebangsaan di lingkungan pendidikan madrasah.
Materi Cinta Tanah Air tidak hanya disampaikan secara teoritis, tetapi juga dipraktikkan melalui model pembelajaran ARKA, yang terdiri dari Aktivitas, Refleksi, Konseptualisasi, dan Aplikasi. Model ini menjadi ciri khas dalam Kurikulum Berbasis Cinta, bertujuan menanamkan nilai-nilai cinta bangsa secara menyeluruh kepada peserta didik.
Hj Elya Pitri Kepala MAN 2 Tebo mengatakan bahwa Kegiatan dimulai dengan tahap Aktivitas. Pada tahap ini, seluruh peserta Bimtek bersama-sama melantunkan lagu-lagu perjuangan nasional seperti Indonesia Raya, Bagimu Negeri, dan Tanah Airku. Suasana ruangan terasa khidmat dan penuh semangat, membangkitkan rasa bangga serta kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Momen ini menjadi pembuka yang efektif untuk menanamkan semangat nasionalisme di kalangan kepala madrasah.
Selanjutnya, pada tahap Refleksi, para Kepala Madrasah diberi kesempatan untuk berbagi pengalaman mengenai cara menanamkan nilai cinta tanah air di satuan pendidikan masing-masing. Berbagai cerita inspiratif muncul, mulai dari pembiasaan upacara bendera yang bermakna, pemanfaatan karya lokal di lingkungan madrasah, hingga pelaksanaan program literasi bertema kebangsaan. Sesi ini menjadi wadah berbagi praktik baik yang dapat diterapkan di madrasah lain.

Pada tahap Konseptualisasi, narasumber menekankan pentingnya penanaman karakter kebangsaan yang tidak hanya bersifat simbolik. Nilai-nilai cinta tanah air harus terintegrasi dalam pembelajaran, budaya madrasah, serta kegiatan kokurikuler. Pendekatan ARKA dinilai efektif untuk memastikan nilai-nilai tersebut benar-benar tertanam dalam diri peserta didik, bukan sekadar menjadi formalitas.
Kegiatan ditutup dengan tahap Aplikasi. Pada bagian ini, para peserta mengekspresikan rasa cinta tanah air melalui karya puisi bertema perjuangan dan kebangsaan. Kepala Madrasah membacakan puisi yang mereka tulis dengan penuh penghayatan, mencerminkan kedalaman rasa dan komitmen untuk menanamkan nasionalisme di lingkungan madrasah. Kegiatan ini tidak hanya melatih kreativitas, tetapi juga memperkuat semangat kebangsaan di antara para pendidik.
Melalui pendalaman materi Cinta Tanah Air dalam Bimtek hari keempat ini, para Kepala Madrasah diharapkan mampu menerapkan nilai-nilai kebangsaan secara lebih nyata dan bermakna dalam Kurikulum Berbasis Cinta di madrasah masing-masing. Semangat kebangsaan yang tumbuh selama kegiatan ini menjadi modal penting untuk memperkuat karakter peserta didik sebagai generasi penerus bangsa. Dengan demikian, madrasah dapat berperan aktif dalam membangun karakter nasionalisme di kalangan pelajar.
Sumber EA
|
30x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Tebo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...